image

foto ilustrasi - istimewa

13 Maret 2018 | 06:05 WIB | Sastra

puisi rock

Puisi Rock - Absurd Suite 2

PUISI ROCK: 

Absurd Suite 2
oleh:NWU Gabriel Genesis

Tetes hujan itu tercium bagai amonia, 
dan halilintar menggelegar beraroma belerang, 
kadang berhembus menjelma hantu tanpa tawa. 
Ketika bergetar seakan tiang dipancangkan untuk masa depan, 
yang tak terlihat dalam tatapan logika. 

Jika kita adalah serangga kecil yang diburu prahara, 
mengapa tak dapat mengadangnya? 
Kita hanya puas menjadi tikus-tikus kelaparan,
walau telah kenyang dalam binar. 
Sebab nafsu merasuk dari kentut negeri atas awan yang menuai kehancuran. 

Selanjutnya, 
dipanggang.....!!!!!!!
dihunjam..........!!!!!!!
di belantara bara...!!!!
berteriak pun tak menggapai iba...!!!
jauhilahhh.... 

           Semarang, 13 Maret 2018

(Nugroho Wahyu Utomo /SMNetwork /CN40 )