image

DUA PELAKU: Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi meminta keterangan dari dua pelaku kejahatan dengan menggunakan skimmer. (suaramerdeka.com/Heru Susilo)

13 Februari 2018 | 23:43 WIB | Solo Metro

Kuras Isi ATM, Pengacara Ditangkap

SUKOHARJO, suaramerdeka.com- Polres Sukoharjo mengungkap tindak kejahatan dengan modus tergolong baru. Yakni, menduplikasi data kartu ATM dengan alat canggih lalu menguras isinya. Dua pelaku diamankan dalam kasus ini, salah satunya diduga pengacara.

Mereka adalah Saryanto Aladam (46), warga Semenharjo RT 1 RW 5, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Pelaku lainnya, Tri Warno alias Kebo, 33, warga Jalan Teratai Putih I/12 88 RT 8 RW 4 Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Saryanto, salah satu pelaku diduga berprofesi sebagai pengacara.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi dalam gelar di Ruang Panjura Mapolres menjelaskan, pelaku menggunakan alat khusus untuk merekam data kartu ATM. Kemudian menduplikasinya ke ATM kosong. Setelah berhasil menduplikasi data ke ATM kosong, pelaku lantas menguras uang di rekening korban.

Otak dari pelaku ini seorang pengacara bernama Saryanto Aladam. Pelaku ini juga memiliki alamat lain di Kampung Walangarum RT 3 RW 2, Desa Jombor, Kecamatan Bendosari. Setiap kali beraksi, Saryanto bersama dengan rekannya Tri Warno alias Kebo.

"Keduanya memiliki peran berbeda. Saryanto bertugas membeli alat skimmer untuk merekam data kartu magnetik dan menduplikasi data kartu ATM milik korban. Sementara Tri Warno bertugas mencari sasaran korban dan mengambil data milik korban," terang Kapolres.

Sasaran mereka adalah korban yang lengah di mesin ATM dan sudah dibuat agar macet atau bermasalah. Saat korban dalam posisi bermasalah itu, korban memanfaatkan situasi dengan menggunakan skimmer untuk merekam data ATM.

Setelah itu Tri Warno mendatangi Saryanto untuk menyalin data ke ATM kosong yang sudah disiapkan. Cara menyalin datanya dengan laptop dan software bawaan dari alat skimmer tersebut. Setelah diatur menggunakan software, ATM kosong digesekan ke alat Skimmer kembali otomatis data korban sudah tersalin ke ATM Kosong.

Pelaku Hafal

"Kok tahu pin nya korban? Pelaku menghafal dengan cara melihat korban bertransaksi. Misalnya mau transfer, itu nomor transfer yang dituju disalah-salahin tujuannya agar korban mengulang terus pinnya sampai pelaku hafal,’’ imbuh Kapolres.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban, Sri Rahayu, warga dukuh Talunombo RT 1/6, Wonoharjo, Wonogiri, uang Rp 11.579.500 di ATM amblas. Data ATM korban diambil di wilayah Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Dari pengembangan itu, polisi mencium keberadaan pelaku dan menangkapnya.

Dari keterangan pelaku, mereka sudah beraksi sejak 2010 lalu dengan total hasil curian Rp 200 juta. Modal pelaku ini dengan membeli alat (Skimmer) di internet Rp 15 juta dari Taiwan. Atas perbuatan tersebut, dua pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP, yang ancaman hukumanya tujuh tahun penjara.

Bersama dua pelaku, polisi mengamankan barang butki berupa satu unit motor, skimmer mini warna hitam, skimmer warna putih, satu unit laptop, dua flasdisk, satu kartu ATM kosong bertuliskan angka 155 warna putih.

(Heru Susilo /SMNetwork /CN40 )