image

Ketua KPU Wonosobo, Ngarifin Sidiq berpamitan terhadap sejumlah pengurus partai politik saat saat Rapat Pleno Terbuka di Resto Ongklok Wonosobo, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

15 Februari 2018 | 05:38 WIB | Pilkada Serentak

Ketua KPU Wonosobo Mengundurkan Diri

  • Akan Fokus Majukan Ormas NU

WONOSOBO, suaramerdeka.com- Jelang Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2018, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonosobo, Ngarifin Sidiq mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri telah diajukan ke KPU Provinsi Jawa Tengah dan telah diproses. Keputusan itu diambil, lantaran Ngarifin saat ini tengah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonosobo.

"Saya tidak bisa lagi membersamai pelaksanaan pemilihan umum di Kabupaten Wonosobo. Secara pribadi dan kelembagaan, saya haturkan permohonan maaf kepada semuanya, lebih khusus para pengurus partai yang selama ini berkecimpung bersama. Kami sudah seperti saudara, jadi meskipun sudah tidak bisa membersamai dalam penyelenggaran pemilihan umum, hubungan kami akan tetap hangat," ungkap dia dihadapan pengurus partai saat rapat pleno terbuka, baru-baru ini.

Ngarifin mengaku akan fokus memajukan NU, sebagai organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Kabupaten Wonosobo. Dirinya mengaku sudah sangat lama berkecimpung dalam kegiatan penyelenggaraan pemilihan umum.

"Di KPU saya sudah 15 tahun. Untuk di wilayah Jateng, saya  termasuk yang sudah sangat senior. Untuk pemihan umum kepala daerah ini, ya saya hanya sampai di sini," tutur dia. 

Dia menegaskan, tugasnya di komisioner KPU, sebetulnya akan berakhir pada Oktober 2018. Namun, karena sudah menjadi aturan yang harus dihormati, dirinya harus mentaati dan tidak bisa ikut lagi mengawal penyelenggaran pemilihan umum. Posisinya sebagai pimpinan ormas Islam memang membuatnya harus meninggalkan posisi Ketua KPU Wonosobo. Karena, sesuai aturan terbaru, Ketua KPU tidak boleh merangkap jabatan dengan organsasi kemasyarakatan.

Menurut dia, surat pengunduran dirinya telah diajukan ke KPU Jateng dan sudah diproses. Pihaknya berharap proses Pilgub Jateng 2018 akan berjalan lancar dan aman. Diharapkan Pilgub Jateng ini benar-benar mampu memilih pemimpin  yang berkualitas dan mementingkan kepentingan rakyat Jateng.

"Harapan kami tentu Pilgub Jateng aman, lancar dan kondusif, tidak terjadi ekses di masyarakat," harap dia.

Sekretaris KPU Wonosobo, Sumekto Hendro menyebutkan, aturan terbaru memang melarang penyelenggara pemilihan umum terlibat dalam kepengurusan ormas. Karena, dikhawatirkan sarat akan kepentingan-kepentingan.

"Memang sudah menjadi aturan. Langkah yang dilakukan, sudah sangat bijaksana. Apalagi, Pak Ngarifin sudah mengabdikan diri sebagai penyelenggara pemilihan umum sudah hampir 15 tahun," terang dia.

Sementara itu, Ketua KPU Wonosobo terpilih, Zaenal Ahmad mengaku siap meneruskan proses tahapan Pilgub Jateng secara maksimal. Pihaknya berharap tidak ada kendala berarti dan pilgub sukses digelar.

“Kita mohon doa dan dukungan semua pihak, proses tahapan pemilu berjalan baik. Kami cukup berat ditinggal sosok Pak Ngarifin, sebab selama ini mampu memimpin KPU Wonosobo melalui berbagai pemilihan umum dengan aman dan baik tanpa adanya ekses," tutur dia.

(M Abdul Rohman /SMNetwork /CN39 )