image

Foto: suaramerdeka.com / dok

15 Februari 2018 | 07:18 WIB | Parlemen Zaman Now

Anggota Legislatif PKS Harus Bumikan Tiga Pro

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Rapat Pleno Fraksi PKS DPR dan DPRD yang diikuti lebih 1.000 perserta.  Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini yang menjadi Ketua Aleg PKS Nasional mengatakan, setiap anggota legislatif di semua tingkat harus paham, menghayati, dan membumikan tiga pro dalam setiap sikap dan kebijakan politiknya.

Tiga pro yang dimaksud adalah Pro kerakyatan, Pro keummatan, dan Pro Pengokohan Nasionalisme Indonesia.  "Tidak boleh kebijakan Fraksi PKS keluar dari tiga koridor ini," tegas Jazuli dalam pernyataan tertulisnya.

Jazuli memaparkan, anggota legislatif PKS harus terus hadir di tengah-tengah rakyat, pahami kebutuhan mereka, selami kesulitan dan penderitaan mereka, berempati dengan permasalahan mereka. Maka, anggota legislatif PKS diharapkan akan Pro Rakyat. Fraksi PKS seluruh Indonesia juga telah menghadirkan terobosan Hari Aspirasi Rakyat agar seluruh rakyat semakin mudah menemui dan menyampaikan aspirasinya kepada Aleg PKS.

"Di tengah ekonomi rakyat yang sulit, Fraksi PKS tegas berpihak pada rakyat dengan menolak dan mengkritisi kebijakan penaikan harga-harga kebutuhan pokok, tarif listrik, bahan bakar, dan lain-lain. Kita juga kritisi berbagai kebijakan impor seperti impor beras, garam, kedelai, dan lainnya yang jelas merugikan  petani,'' ujar Jazuli.

Tidak hanya besikap, Fraksi PKS DPR juga menginisiasi RUU prorakyat. Salah satunya, Fraksi PKS merupakan inisiator tunggal RUU Kewirausahaan yang diharapkan menjadi solusi pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi rakyat.

Pro keummatan, lanjut Jazuli, dilakukan dengan cara selalu dekat dan menjaga silaturahim dengan kyai, ulama, habaib, dan tokoh-tokoh agama agar setiap langkah dan kebijakan Fraksi PKS tidak menyimpang dari nilai-nilai agama dan aspirasi umat. Serta selalu terdepan dalam merespon isu-isu keummatan.

"Maka sikap Fraksi PKS tegas menolak perzinahan, perilaku LGBT, peradaran miras secara bebas, dan bahaya narkoba karena bukan saja bertentangan dengan nilai-nilai agama, akhlak, lebih dari itu merusak masa depan generasi bangsa," katanya.

(Mahendra Bungalan /SMNetwork /CN26 )