image

MAKAM SUNAN BAYAT: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menabur bunga, saat berziarah ke makam Sunan Bayat, Klaten, Senin (16/4). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

16 April 2018 | 23:36 WIB | Semarang Metro

Minta Pejabat Amanah, Wali Kota Semarang Ajak ke Makam Sunan Bayat

SEMARANG, suaramerdeka.com- Sunan Pandanaran II atau lebih dikenal dengan Sunan Bayat merupakan Bupati Kedua Semarang. Selain sebagai kepala pemerintahan, ia juga dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam. Selepas menjadi Bupati Semarang, Sunan Bayat menetap di Bayat, Klaten untuk memperdalam ilmu spiritualnya. 

Sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (16/4), rombongan pejabat Pemkot Semarang, bersama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi tiba di makam Sunan Bayat. Saat tiba, puluhan pejabat pemkot yang berangkat menggunakan dua bus berukuran sedang disambut pejabat setempat. Rombongan langsung menempati tempat-tempat kosong di sekitar makam. Sambil bersila, mereka memanjatkan doa bagi Sunan Bayat yang menjadi bagian sejarah berdirinya Kota Semarang. Tak lama berselang, diawali wali kota, satu persatu pejabat pemkot menebar bunga di makam tersebut. 

Wali kota yang akrab disapa Hendi ini berpesan agar para pejabat di lingkup pemkot dapat meniru sikap teladan dari Sunan Bayat. Dia meminta agara jajaran di lingkup pemkot punya sikap amanah dan dipercaya dan menjadi pelayan masyarakat yang baik. ''Suatu hari Sunan Bayat dicegat sekawanan perampok. Kemudian beliau mengucapkan bahwa para perampok tersebut orang yang keras kepala seperti Domba. Maka jadilah kepala perampok tersebut menjadi seekor Domba. Cerita ini menggambarkan sebagaimana hebatnya kesaktian yang dimiliki oleh Sunan Bayat,'' tutur Hendi, kepada seluruh jajarannya. 

Namun, Hendi menegaskan, walau pun Sunan Bayat memiliki kekuatan karomah yang hebat, tak lantas membuat dirinya lupa diri. Bahkan tokoh yang juga memiliki nama lain Pangeran Mangkubumi ini, rela meninggalkan jabatannya sebagai bupati untuk memperdalam ilmu spiritualnya, di Bayat, Klaten.

''Walau pun beliau memiliki kesaktian, tapi selalu menganggap dirinya kecil hingga terus berusaha memperdalam spiritualnya. Hal ini menjadi gambaran buat kita bahwa di atas langit masih ada langit. Kami ini bukan siapa-siapa, jabatan itu adalah amanah, yang terpenting adalah kita bisa berbuat yang terbaik buat sesama melalui jabatan yang kita emban,'' pesan Hendi, di Makam Sunan Bayat.

Wadah Intropeksi

Untuk itu orang nomor satu di Kota Semarang tersebut mengharapkan HUT Semarang yang ke-471 dapat menjadi wadah introspeksi diri. Apakah kita sudah menjalankan amanah yang diberikan masyarakat Kota Semarang kepada kita dengan sebaik-baiknya. ''Semoga dengan kegiatan ziarah pada hari ini, bisa meningkatkan kesadaran kita bersama untuk dapat menjalankan peran kita masing-masing dengan sebaik-baiknya,'' pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan, ziarah ke makam para leluhur perlu dilakukan. Tidak hanya sekadar mengenang jasa-jasa mereka, namun juga meneladani sikap dan perbuatannya. Hal tersebut bisa diaplikasikan untuk saat ini. 

''Presiden Soekarno pernah berpesan Jas Merah, yakni jangan sekali-kali melupakan sejarah. Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan. Sunan Bayat merupakan salah satu pendiri Semarang, jasa-jasanya perlu diteladai,'' imbuhnya. 

(Hendra Setiawan /SMNetwork /CN40 )